Alasan Ku 😅

Selamat siang, Satle.

 Aku kembali setelah dua tahun lebih tidak merawat blog'ku dengan secara benar. Aku pemula yang lebih nyaman di situs/aplikasi lain dalam menuangkan imajinasi ku yang liar. 

 Penulis amatir mencari tempat tinggal dalam menuangkan ide dengan banyak populasi seperti dirinya. Itu lah yang ku cari, sedikit canggung menuangkan ide liar ku dalam blog ku ini. Tidak semua orang menerima setiap tuliasan yang ada, apa lagi seorang individual dalam dunia blog seperti ku. 

 Aku penulis pemula yang memilih terjun dalam dunia pelangi karena dunia pelangi masuk dalam taraf imajinasi ku berkeliaran. Intrik ke hidupan mereka begitu menyenangkan untuk di tuangkan dalam bentuk sebuah cerita. Asam manis cinta tidak berbeda jauh dengan kisah cinta mereka yang normal. Namun, pandangan masyarakat lah yang membuat itu berbeda. Sebuah pandangan sebelah mata akan memicu sisi negatif atau pun positif mereka yang menjajaki dunia pelangi. 

 Apa kalian pikir dunia pelangi itu buruk? 90% orang yang ku kenal akan menjawab 'ya' tapi, coba tengok ke belakang tentang perceraian yang terjadi dalam rumah tangga orang di luar sana, karena apa?  Perselingkuhan, ke uangan, insiden hamil di luar nikah, tidak memiliki misi dan visi yang sama.  

 Bukan kah itu juga harus mengalami yang namanya di pandang sebelah mata? Tentu ya... Tapi, tidak seimplits mereka yang ada di dunia pelangi. Norma, moral dan agama lah yang menjadikan mereka di pandangan sebelah mata atau mungkin bisa di katakan malah enggan di lihat.

 Mereka yang taat pada norma, moral dan agama akan menganggap dunia pelangi adalah sebuah penyakit. Ini bukan sebuah omong kosong dari ku, ini kenyataan yang bahkan sering di lontarkan dari orang-orang yang mengaku normal termasuk orang sekitar ku. Saran yang terlontar dari mulut mereka hanya satu 'Tinggal kan mereka' tanpa, sebuah pemecahan atau pun solusi. Sebagi contohnya sebuah pertanyaan dari teman ku yang menyinggung orientasi seksual ku yang masih segar di ingatan saat maraknya pemberitaan LGBT. 

"Chi, kapan kamu punya pacar?"

"Kaga tau, Mek."

"Eh... jangan sampai jadi Lesbi, Chi."

 See, tidak ada jawaban yang keluar dari ku saat itu. Terlalu enggan menjawab karena mereka tidak akan pernah menerima jawaban dari kepala ku yang dari cara bicara mereka saja walau, di selingin godaan masih tampak jijik di ujung lidah mereka. 

 Padahal dengan sikap kita seperti itu sudah melanggar hak mereka yang hidup dalam dunia pelangi. Norma dan moral seakan menghilang untuk mereka yang masuk dalam dunia pelangi. Sejujurnya dunia pelangi adalah privasi mereka sama seperti hubungan normal lainnya. Mereka memiliki hak untuk hidup seperti orang lain yang menikahi lawan jenisnya.

 Dan membahas agama itu sudah dalam cangkupan nyata bahwa mereka tahu dunia pelangi adalah salah. Semua agama tidak akan membenarkan hal itu tapi, tidak membuat kita harus mengecilkan mereka. Rangkul dan bina secara perlahan mereka akan berubah walau tidak 100%. 

 Agama mengajarkan kita mengasihi satu sama lain jadi, lakukan hal itu pada mereka yang menjajaki dunia pelangi. 

 Mereka yang hidup dalam dunia pelangi pun masih melakukan ibadah. Tidak kah kalian terkejut akan hal ini? Sebagian dari mereka bahkan semakin taat beribadah dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Menangis tersedu di depan sang Tuhan dalam aduan jalan hidup mereka. 

 Norma, moral dan agama sebenarnya memang begitu mengikat kita untuk berjalan lurus. Tapi, tolong telaah dengan baik bahwa norma, moral dan agama tidak mengajarkan kita untuk mengucilkan orang lain yang sedikit berbeda. Norma, moral dan agama mengajarkan kasih sayang ke pada sesama manusia, saling rangkul untuk menjaga satu sama lain bukannya saling menutup mata atau pun saling mengucilkan.  

 Ulurkan tangan kalian dan semua akan perlah berjalan dengan semestinya. 

 Dan, untuk post kali ini adalah sebagi ucapan pembuka untuk segalanya dan keseriusan untuk mengurus blog ku. Imajinasi liar ku sendiri akan di tempat lain tidak di sini karena blog ini khusus pendapat ku tentang kemajuan umat manusia serta beberapa kutipan cerita yang bisa di baca oleh semua orang. 

 Tentang pembukan ku yang membahas LGBT, norma, moral dan agama itu di sengaja. Untuk mewanti para Satle baru yang akan singgah di blog ku kelak serta alasan ke absenan ku untuk mengembangkan blog ini. 

 Selamat siang, Satle. Semoga hari kalian menyenangkan, Satle. 

Komentar

Postingan Populer