Dampak Perceraian

Judul di postingan kali ini begitu lumrah terdengar di telinga semua orang dari setiap golongan menengah kebawah atau menengah keatas,  kaum muda atau pun tua. Begitu biasanya topik ini terdengar namun menghasilkan gunjingan besar bagi mulut penghasil gosip murahan.

Perceraian terjadi banyak faktor, paling sering terjadi karena perselingkuhan, perbedaan pendapat, perkelahian, dan perbedaan ekonomi. Tapi dari faktor yang ku sebutkan yang paling utama terjadi karena sebuah perselingkuhan, di sebabkan tidak puasanya diri akan pasangannya sendiri mau diatas ranjang atau pun dalam kehidupan sehari-hari. Perselingkuhan sering terjadi pada laki-laki tapi jangan menutup fakta sedikitnya wanita pun bisa melakukannya.

Laki-laki berdalih ketika melakukan perceraian bahwa pasangannya tidak memiliki kecocokan dengannya lagi tapi setelah bercerai kabar yang tertiup angin terdengar bahwa laki-laki itu menikah lagi dengan wanita muda, dan kita bisa menarik garis besarnya bahwa laki-laki itu tidak merasa puasa akan wanita yang dulu di nikahinya dan memilih wanita lain yang dulu menjadi selingkuhanya.

Ada hati yang terluka saat mengetahui semua itu, ada mental yang rusak akan tindakan perceraian itu.
Tidak banyak orang tua menyadari semuanya bahwa dampak dalam perceraian akan membuat mental seorang anak akan jatuh dalam ketepurukan yang membuat mereka berubah 180 derajat. Anak yang dulu sering tertawa dan tersenyum semakin kesini senyum dan tawa itu menghilang, kebencian akan tumbuh pada anak-anak kepada sang pelaku yang melakukan perceraian karena sebuah 
perselingkuhan. Anak yang mengetahui bahwa ayahnya selingkuh akan sangat membenci sosok seorang ayah dan tidak memiliki kepercayaan diri akan membina sebuah rumah tangga kedepannya.

Trauma akan terjadi pada sang anak. Orang tua tidak akan mengetahui itu walau setelah perceraian masih ada sebuah perhatian yang diberikan namun nyatanya semua itu terasa bohong bagi mereka, perhatian hanya sekedar formalitas untuk memenuhi tanggung jawab sebagai seorang yang melahirkan mereka tidak lebih dari itu.

Pada akhirnya dari sebuah perceraian anak-anak lah menjadi yang terkena imbas yang paling besar, trauma yang ditimbulkan membuat mereka menciptakan kepribadian baru. Celaan yang dilemparkan teman sepermainan membuat mereka menyalahkan keadaan.  Dan mulai muak akan orang tua mereka, keperibadia yang kasar dan auch tak acuh akan terlihat jelas, mencari perlarian untuk mendapatkan perhatian kembali akan dilakukan tidak perduli perlarian itu akan merusak dirinya.
Itulah sikap yang anak-anak ambil dari dampak perceraian yang terjadi. Tidak banyak yang bisa dibahas untuk dampak dari perceraian karena setidaknya hal yang diatas banyak terjadi. Bagaimana menurut kalian?

Komentar

Postingan Populer